Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama

Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama - Hallo sahabat Global Digital, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Dalam Negeri, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama
link : Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama

Baca juga


Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama

Menteri Kelautan Ri

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti kembali mengungkapkan kekhawatiran hasil perikanan Indonesia diboikot oleh dunia internasional karena isu perbudakan. Hal itu, kata dia, sama persis dengan kasus embargo minyak kepala sawit Indonesia di pasar Eropa. 


"Bapak Ibu sudah dengar bahwa kelapa sawit sudah terancam untuk diembargo, untuk diboikot, hanya karena gajah mati dan kebakaran hutan yang terus-menerus terjadi di Indonesia.Seafood pun sama. Uni Eropa sudah berkomitmen akantraceability. Amerika dua minggu yang lalu pun sudah bicara yang sama," ujar Susi di Jakarta, Senin (30/3/2015). 


Menurut Susi, saat ini semua pihak terkait di sektor perikanan harus bersama-sama menangkal dan membuktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia merupakan negara yang tak merestui praktik perbudakan. Terlebih lagi, hal tersebut terjadi di wilayah Indonesia. 


Oleh karena itu, dia meminta penegak hukum untuk segera bergerak membasmi praktik-praktik perbudakan tersebut. "Jadi, kalau kita masih ragu-ragu menindak kapal-kapal asing atau kapal eks asing, ini kesalahan besar. Saya tidak mau ujungnya kita dianggap merestui perbudakan terjadi di illegal fishing yang dihukum produk seafood Indonesia," kata dia. 


Informasi perbudakan yang dilakukan PT Pusaka Benjina Resources diketahui Susi setelah membaca laporan investigasiAssociated Press (AP). Dalam laporan yang dimuat oleh AP.orgdengan judul "AP Investigation: Are slaves catching the fish you buy?" itu tertulis adanya pemaksaan kerja selama 22 jam per hari tanpa hari libur kepada ABK di kapal milik PT Pusaka Benjina Resources. 


Bahkan, AP juga mengungkapkan para pekerja paksa yang banyak berasal dari Myanmar tersebut sampai harus mengonsumsi air kotor untuk minum. Hasil tangkapan ikan perusahaan tersebut sampai diekspor ke Amerika Serikat dan disalurkan ke toko ritel besar di Amerika Serikat, yaitu Wal Mart.






Demikianlah Artikel Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama

Sekianlah artikel Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Menteri Kelautan : Kelapa Sawit Teranca Di Embargo Uni Eropah, Sefood Pun Sama dengan alamat link http://www.liputanglobal.com/2015/04/menteri-kelautan-kelapa-sawit-teranca.html
Share on Google Plus

.

-